8 Interface yg tercepat mentransfer data dengan wireless
3G
3G dikembangkan oleh suatu kelompok yang diakui
para ahli dan pelaku bisnis yang berkompeten dalam bidang teknologi wireless di
dunia. 3G (Third Generation) sebagai teknologi yang berfungsi mempunyai
kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam,
mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan
kaki, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada untuk user diam
(stasioner).
Kemampuan teknologi 3G :
Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps-2Mbps)
sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on
demand, music on demand, games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan
kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di
TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video
streaming lainnya.
Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya :
Kualitas suara yang lebih bagus, keamanan yang
terjamin, kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access
dan 384 kbps untuk wide area access, support beberapa koneksi secara simultan,
sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melakukan call
(telepon) ke tujuan yang berbeda, infrastruktur bersama dapat mensupport banyak
operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users,
roaming nasional dan internasional, bisa menangani packet-and circuit-switched
service termasuk internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate
communication services dan asymmetric data transmission, efiensi spektrum yang
bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas,
support untuk multiple cell layer, co-existance and interconnection dengan
satellite-based services, mekanisme billing yang baru tergantung dari volume
data, kualitas service dan waktu.
Kelemahan Teknologi 3G
Memerlukan Kontrol Daya “Ideal” dan belum
mencukupinya kecepatan transfer data dalam melayani layanan multimedia yang
memerlukan kecepatan yang mumpuni.
GPRS
(General Packet Radio Service)
sering
juga disebut teknologi 2.5G. GPRS sendiri memiliki beberapa class, mulai dari
class 2 hingga class 32. Semakin besar class maka semakin cepat koneksinya.
Kecepatannya bervariasi antara 56-114 kbit/second untuk kecepatandownload.
Kecepatan upload-nya pada umumnya lebih rendah.
Kecepatan
transfer data Bluetooth
Bluetooth
3.0 sudah menjadi generasi baru komunikasi nir kabel yang rendah power dan 8
kali lebih cepat dari produk sebelumnya.Spesifikasi baru Bluetooth 3.0 juga
bisa mengunakan pilihan dengan tambahan antena serta kecepatannya mencapai
24Mbps. Sedangkan Bluetooth 2.1 hanya mencapai 3Mbps akan jauh tertinggal
dibandingkan kecepatan Bluetooth 3.0.
Infra red
Dalam komunikasi infrared, infrared befungsi sebagai sebuah medium penghantar atau pemancar
data, dan penerima data. Sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh konsorsium Infrared Data Association (IrDA), sinar infrared dari Light Emitting Diode (LED) memiliki panjang gelombang sekitar 875
nm. Hingga kini memiliki dua versi yaitu Versi 1.0 dan 2.0. Standar dari IrDA
adalah kedua versi dari infrared
hanya terletak pada jumlah data yang dapat ditransfer dalam satu paket. Versi
1.0 dari infrared memiliki kecepatan
dari 2,4 hingga 115,2 Kbps. Sementara versi 2.0 memiliki kecepatan dari 0,576
hingga 1,152 Mbps. Infrared memiliki
dua kecepatan yang berbeda karena struktur pengiriman data pada interkoneksi
ini cukup unik. Untuk menghindari gangguan saat terjadi perpindahan data, maka
pertama kali protokol infrared akan
mengirimkan “sinyal tes” dengan kecepatan sinyal yang rendah. Dengan tes ini,
bila kondisi sudah sesuai, maka kecepatan penuh digunakan dalam transfer data.
Hal ini tentu berpengaruh pada penghematan daya.
IEEE
802.11a
Standar 802.11a (disebut WiFi 5) memungkinkan bandwidth yang lebih tinggi (54
Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek). Standar 802.11a mengandung 8
saluran radio di pita frekuensi 5 GHz.
Standard IEEE 802.11a bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII
(Unlicensed National Information Infrastructure). Teknologi IEEE 802.11a tidak
menggunakan teknologi spread-spectrum melainkan menggunakan standar frequency
division multiplexing (FDM).
Tepatnya IEEE 802.11a menggunakan modulasi orthogonal frequency division
multiplexing (OFDM). Regulasi FCC Amerika Serikat mengalokasikan frekuensi
dengan lebar 300MHz di frekuensi 5GHz. Tepatnya 200MHz di frekuensi 5.150 –
5.350 Mhz. Dan sekitar 100MHz bandwidth pada frekuensi 5.725 – 5.825 Mhz.
Di Amerika Serikat, FCC mengatur agar kekuatan maksimum daya pancar yang boleh
digunakan adalah:
• 100MHz band yang pertama hanya diperkenankan dipergunakan dengan daya
maksimum 50mW.
• 100MHz band yang kedua diperkenankan dengan untuk kekuatan pemancar maksimum
250mW.
• 100MHz band yang teratas dirancang untuk backbone jarak jauh dengan kekuatan
maksimum pemancar 1Watt.
Untuk mengantisipasi tingkat redaman yang
tinggi pada frekuensi 5GHz tidak heran jika kita melihat maksimum power dari
pemancar yang mencapai 1Watt.
Di Indonesia, terus terang kami lebih banyak menggunakan maksimum power di
semua band karena memang kita lebih banyak menggunakan band ini untuk backbone
jarak jauh untuk berbagai titik yang ada.
Ada delapan (8) kanal pada band 5150-5350 Mhz yang tidak saling mengganggu.
Pengalaman mengoperasikan peralatan 5GHz, seluruhnya biasanya total sekitar
12-13 kanal yang tidak saling overlap yang bisa kita gunakan.
Kalau kita ingat baik-baik, maka pada frekuensi 2.4GHz biasanya hanya ada tiga
(3) channel yang tidak saling overlap.
IEEE 802.11b
Standar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan
thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga
300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz,
dengan 3 saluran radio yang tersedia.
IEEE 802.11g
Standar 802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum,
30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g
mundur-kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang
mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b.
Dalam evolusi WLAN adalah pengenalan IEEE 802.11g. Ini merupakan standar IEEE
802.11g akan secara dramatis dapat meningkatkan performa WLAN. IEEE 802.11g
adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz
dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan
Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz,
sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan
modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari
gelombang lainnya.
IEEE 802.11n
IEEE 802.11n merupakan salah satu standarisasi yang sudah direvisi dari versi
sebelumnya IEEE 802,11-2.007 sebagaimana telah dirubah dengan IEEE
802.11k-2008, IEEE 802.11r-2008, IEEE 802.11y-2008, dan IEEE 802.11w-2009, dan
didasarkan pada standar IEEE 802.11 sebelumnya dengan menambahkan
Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) dan 40 MHz saluran ke layer fisik, dan
frame agregasi ke MAC layer.


0 komentar:
Posting Komentar